Penayangan bulan lalu

Sabtu, 27 November 2010

jangan mencelup teh terlalu lama (R)

 RTeh adalah minuman yang mengandung kafein, yang dibuat dengan cara menyeduh daun, pucuk daun, atau tangkai daun yang dikeringkan dari tanaman Camellia sinensis dengan air panas. Teh diakui berkhasiat bagi kesehatan tubuh. Teh juga telah menjadi konsumsi bagi masyarakat sebagai minuman sehari - hari.

Teh dikemas dalam bentuk teh celup juga teh bubuk. Namun ada yang perlu diperhatikan pada teh celup, yaitu pemakaiannya. Teh celup sebaiknya tidak dicelupkan terlalu lama. Ini berlaku untuk semua teh, berwarna maupun teh hijau.

Ini disebabkan adanya kandungan zat klorin dalam kantong kertas teh celup. Zat ini fungsinya untuk disinfektan kertas sehingga kertas akan terbebas dari bakteri pembusuk dan tahan lama. Kertas dengan klorin tampak lebih bersih. Karena disinfektan, klorin dalam jumlah besar tentu berbahaya.

Tak jauh beda dari racun serangga. Banyak penelitian mencurigai kaitan antara asupan klorin dalam tubuh manusia dengan kemandulan pada pria, bayi lahir cacat, mental terbelakang dan kanker. Sehingga dianjurkan jangan mencelupkan teh celup dalam waktu lama.

Jika mencelup kantong teh lebih dari 3 - 5 menit, klorin akan ikut larut dalam teh. Dan banyak khasiat teh yang tertinggal dalam minuman teh. Agar terhindar dari kemungkinan - kemungkinan penyakit, sebaiknya jangan mencelup kantong teh lebih dari 3 menit.

Kamis, 28 Oktober 2010

Es tidak baik untuk tubuh(R & E)

setelah adzan berkumandang,pertanda buka puasa,akan lebih nikmat jika langsung menyantap es
tetapi menurut dr Galih Sri Maharadjo, dari Rumah Sakit Bhineka Bhakti Husada, Tanggerang, konsumsi es pada saat berbuka puasa tidaklah tepat karena dapat mengganggu proses pencernaan.

“Tanpa puasa pun es mesti kita waspadai. Apalagi diterapkan pada orang yang berpuasa. Bukannya bagus, malah tidak mengena,” katanya.

Pada saat berpuasa terjadi penurunan kondisi tubuh. Tubuh menjadi lemah. “Orang berpuasa itu kondisinya kan lemah karena intake makanan berkurang, cairan berkurang. Begitu saatnya buka puasa, harusnya makanan bisa langsung diserap dan secepatnya diubah menjadi energi,” imbuh dr Galih.

Jika pada saat berbuka orang langsung minum es, bukan tidak mungkin tubuh menjadi lemas dan makanan tak langsung dapat diubah menjadi energi. Bahkan es dapat memicu influenza, demam, atau alergi.

“Yang langsung dirasakan, ya, biasanya bersin-bersin, pilek, batuk, lemas, sakit tenggorokan karena itu yang langsung masuk. Gejala lanjut bisa mual dan muntah. Dan semua gejala penyakit saluran pencernaan atas,” kata dr Galih.

Organ saluran pencernaan atas terdiri atas rongga mulut dan kerongkongan. Kerongkongan bertugas menyalurkan makanan yang sudah dikunyah oleh gigi ke rongga mulut menuju lambung. Makanan yang melewati kerongkongan akan terdorong menuju lambung oleh gerakan peristaltik otot-otot kerongkongan. Gerakan tersebut terjadi karena dinding kerongkongan tersusun atas otot-otot polos yang memanjang serta berkontraksi secara bergantian. Itulah mengapa makanan dapat melewati kerongkongan.

Kalau es menjadi asupan pertama pada saat berbuka setelah seharian berpuasa gerakan-gerakan peristaltik terganggu. Es akan membuat saluran pembuluh darah mengecil atau bahkan menutup. Kalau sudah demikian, gerakan otot-otot tak maksimal karena suplai oksigen dalam darah tidak lancar. Dan tidak tertutup kemungkinan muncul penyakit-penyakit saluran pencernaan atas seperti yang sudah disebutkan di atas.

“Es itu bikin pembuluh darah mengecil dan menutup. Padahal saluran tersebut penting untuk menyalurkan oksigen, makanan, darah, zat-zat antibodi. Begitu mengecil, suplai di saluran pencernaan atas berkurang, sehingga penyakit mudah datang. Radang tenggorokan, influenza. Kalau yang punya bakat alergi, langsung bisa alergi,” terang dr Galih.

Dampaknya berlanjut pada saluran pencernaan utama, yaitu lambung. Pada orang yang berpuasa, jumlah asam lambung mengalami peningkatan pada sore hari. Karena itulah, sangat diharapkan agar hidangan berbuka puasa dapat sesegera mungkin dicerna setelah sampai di lambung. Namun hal ini agaknya sulit terjadi jika yang masuk adalah es. Es akan membuat makanan menjadi terbekukan.

“Otomatis makanan terbekukan,” imbuh dr Galih. Bila sudah demikian, otot-otot lambung yang berbentuk memanjang, melingkar, dan menyerong tak langsung dapat membolak-balikan makanan agar lebih halus lagi.

Dampaknya kembali berlanjut di usus halus, organ yang menyerap makanan. Usus sendiri terdiri atas tiga bagian, yaitu usus dua belas jari, usus kosong, dan usus penyerapan (ileum). Es membuat penyerapan makanan dalam usus halus terhambat. “Penyerapan makanan terhambat karena pembuluh darah mengecil. Kontraksi usus terhambat, sehingga penyerapan terhadap makanan terganggu,” kata dr Galih.

Pada kondisi normal, usus mampu menyerap sari makanan pada suhu normal. “Usus akan menyerap air ataupun sari makanan yang sudah sesuai dengan suhu tubuh. Kalau kondisi usus dingin, usus tidak langsung menyerap makanan, tapi justru membutuhkan energi untuk menyesuaikan suhu sari makanan atau air,” terang dr Galih.

Dalam kondisi demikian, lemak justru terserap terlebih dahulu daripada sari makan. “Yang terserap cepat justru lemak,” katanya. Dan bila hal ini terjadi selama Ramadan, dampak yang paling mungkin terjadi adalah obesitas.

“Dampak jauhnya obesitas karena terlalu sering banyak lemak yang terserap,” tukas dr Galih. Apalagi kalau makanan yang dikonsumsi mengandung banyak lemak.

Dampak timbunan lemak ini pun beragam pada setiap orang karena penyerapan terhadap lemak berbeda-beda. Ada yang sangat mudah, ada yang cukup sulit. Yang pasti, perbedaan berat badan cukup signifikan. “Lamanya waktu tidak bisa dipastikan. Bisa-bisa habis Lebaran berat badan langsung meningkat. Tidak semua orang sama. Itu sangat relatif. Dan pertumbuhan berat badan karena lemak tersebut cukup signifikan,” tambah dr Galih.

Suhu air yang paling baik untuk yang sedang berpuasa minimal suhu kamar, yaitu 25 derajat Celsius. Dan akan lebih baik lagi bila hangat. Sedikit lebih tinggi daripada  suhu kamar. “Suhu yang paling bagus adalah suhu kamar 25 derajat Celsius. Atau kalau mau hangat di atas itu,” lanjutnya.

Dengan suhu yang hangat diharapkan proses pencernaan yang melibatkan reaksi kimia seperti yang terjadi pada usus dua belas jari atau usus kosong menjadi lebih lancar. Seperti diketahui, pada suhu yangn lebih tinggi reaksi kimia akan berjalan lebih cepat.

Senin, 25 Oktober 2010

Tukar Istri(R)

Istriku Kau Hamili, Aku Tukar Dengan Istrimu


Istriku Kau Hamili, Aku Tukar Istrimu
KOMPAS.com - Jika istri orang direbut kemudian pelaku dibunuh, mungkin ini sudah sering diberitakan. Namun yang terjadi kali ini beda. Bukannya pria yang telah merebut istrinya dilaporkan ke polisi, tapi istri dari pria itu diminta (ditukar-red) sebagai ganti.
Kejadian ini menimpa pasangan suami istri (pasutri) Khoirul Anwar (46) dan Kamariyah (38), warga Desa Toronan, Kecamatan Kota, Kabupaten Pamekasan dan pasutri Sugianto (40) dan Jamilah Dawiyah (38) warga Desa Waru Barat, Kecamatan Waru, Pamekasan.
Gara-gara Kamariyah, ibu tiga anak itu diajak selingkuh oleh Sugianto hingga hamil kemudian melahirkan anak, Khoirul menuntut Sugianto, teman akrabnya sendiri agar menyerahkan Jamilah, istrinya kepada dirinya.
Kasus ini terungkap dalam sidang perdana di Pengadilan Negeri (PN) Pamekasan, Kamis (21/10/2010), dengan hakim ketua Hendra Yusar dan jaksa penuntut umum (JPU) Nurhalifah, dengan dakwaan Sugianto melarikan istri orang.
Menurut Khoirul, yang ditemui seusai sidang, dari pada dirinya membunuh Sugianto, yang sudah memilik empat anak, karena telah merebut istrinya, lebih baik ia menuntut istri Sugianto diserahkan kepadanya.
“Ini sama-sama adil dan tidak ada yang dirugikan. Apalagi Kamariyah sudah tidak cinta lagi kepada saya. Begitu juga Jamilah kecewa lantaran dikhianati, suaminya berselingkuh dengan istri saya,” kata Khoirul. Sementara Jamilah, yang saat itu berada di samping Khoirul, hanya tersenyum, seperti mengiyakan.
Dikatakan Khoirul, kasus perselingkuhan ini bermula dari acara jalan-jalan santai di Pendapa Kabupaten Pamekasan dua tahun lalu. Saat itu, Sugianto teman satu partai dengan Khoirul terlihat akrab dengan istrinya dan memberikan jajan.
Diam-diam, rupanya Kamariyah sering mengadakan pertemuan dengan Sugianto, hingga mengundang pergunjingan tetangga. Bahkan, Kamariyah kemudian menggugat cerai di Pengadilan Agama (PA) Pamekasan. Karena belum tuntas, Khoirul mengajukan proses banding.
Di saat proses banding itu, Kamariyah menghilang dalam waktu lama dan tiba-tiba pulang ke Khoirul, dalam kondisi hamil tua, yang diduga hasil hubungan dengan Sugianto. Keruan saja Khoirul sakit hati dan melaporkan Sugianto ke Polres Pamekasan dengan tudingan Sugianto melarikan istrinya. Kasus ini kemudian diproses hingga persidangan.
Sementara Sugianto usai persidangan langsung pulang. Begitu juga Kamariyah, yang juga hadir di persidangan itu hanya terlihat diam.
Kasus suami menukar istrinya dengan istri orang lain juga terjadi di Tulungagung. Rohman (40) warga Desa Wungu Kecamatan Sumbergempol dan tetangganya Kamim (35) terlibat perkelahian seru, Selasa (19/10/2010). Saat diperiksa di Mapolsek Sumbergempol, Rohman mengaku dendam kepada Kamim. Pasalnya, Kamim telah menyelingkuhi istrinya, WJ (35) hingga dirinya harus menceraikannya. Dan WJ pun diserahkan Rohman kepada Kamim.
Hal itu dibenarkan oleh WJ yang ikut hadir di Mapolsek Sumbergembol. Namun, WJ menambahkan bahwa sebelumnya Rohman juga telah menyelingkuhi istri Kamim. Hingga akhirnya Kamim pun menceraikan istrinya dan akhirnya diserahkan kepada Rohman. (sin)

Jumat, 22 Oktober 2010

kejadian di jalan raya sukabumi(O)

Pada hari kamis,tanggal 21 oktober 2010,pukul 05.36,di tikungan setelah jalan alternatif dari gadog ke jalan ray sukabumi terdapat beberapa mobil besar(truck) TNI dan sebuah mobil kijang
Salah seorang anggota TNI ada yang menghentikan lalu lintas dan membuat macet
kemudian sebuah truck yang berada di urutan ke 2 meluncur ke jalan,namun masih terdiam di depan truck pertama,entah menunggu perintah atau apa
Karena terlalu lama,pengguna sepeda motor kesal dan langsung melaju
seorang anggota TNI mengatakan "hey,stop,udah tabtak aja"
hal ini sempat membuat pengguna jalan lain di belakangnya resah
kemudian di depan tempat angkot 09 biasa memutar(di depan PT.yongjin) terjadi kemacetan dan membuat rombongan tersebut geram
turunlah beberapa anggota TNI dan mencoba menguraikan kemacetan
namun cara yang digunakan sangat kasar dan membuat masyarakat yang umumnya karyawan/buruh resah
seorang anggota TNI sempat memukul seorang pengendara bermotor d bagian wajah,dan memukul jok seorang pengendara sepeda motor lain karena tidak mauemnuruti perintah mereka
rombongan ini tidak mengurai kemacetan namun hanya membuat jalan untuk mereka lewat
rombongan ini menggunakan 3 truck dengan plat nomor :
8347-01
8348-01
8622-01
pada truck dengan plat nomor 8347-01 ada 2 orang anggota TNI yang menggunakan slayer merah
orang pertama menggunakanya sebagai penutup kepala
dan orang kedua menggunakannya sebagai penutup hidung
apakah setiap kendaraan TNI lewat harus seperti ini?
harus meresahkan dan ada korban pemukulan?